RSS

Jembatan Jawa-Sumatra

21 Aug

Tommy Winata Danai Jembatan Jawa-Sumatera 29 km, Senilai $10M

SERANG – Mimpi untuk menyatukan Jawa dan Sumatera bisa menjadi kenyataan. Rencana pembangunan jembatan yang melintasi selat terpadat di Indonesia itu kemarin diteken oleh Pemda Lampung, Pemda Banten, dan konsorsium yang akan membiayainya.
Proyek raksasa itu akan menelan biaya USD 10 miliar atau sekitar Rp 90 triliun. Dana itu untuk membangun jembatan yang panjangnya diperkirakan 29 kilometer, melintasi Selat Sunda tempat Gunung Krakatau berdiri.
Memorandum of Agreement (MoA) atau nota perjanjian rencana pembangunan Jembatan Selat Sunda (JSS) diteken di Kapal Tunas Wisesa 03 yang berlayar di perairan tempat bakal jembatan itu berdiri. Konsorsium itu terdiri atas Pemprov Banten, Pemprov Lampung, Wiratman & Associates, dan Artha Graha Network. Artha Graha Network yang dipimpin pengusaha Tommy Winata bertindak sebagai penyandang dana.
Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Hatta Radjasa, Menteri Negara Perencanaan Pembangunan Paskah Suzeta, dan Ketua KPK Taufiequrahman Ruki turut hadir dan memberikan dukungan. Demikian halnya puluhan gubernur se-Jawa dan se-Sumatera. Mereka secara tegas meminta pembangunan JSS segera terlaksana untuk mendukung percepatan pembangunan wilayah, terutama di Sumatera.
Dalam MoA tersebut, para pihak yang terdiri atas Gubernur Banten Rt Atut Chosiyah, Gubernur Lampung Sjachroedin ZP, Ketua DPRD Banten Ady Surya Dharma, Ketua DPRD Lampung Iman Karyadi, Wali Kota Cilegon Tb Aat Syafa’at yang diwakili Wakil Wali Kota Rusli Ridwan, Direktur Wiratman & Associates Prof Wiratman Wangsadinata, serta Direktur Artha Graha Network Tommy Winata, bersama-sama bersepakat membentuk konsorsium yang akan bertanggung jawab dalam pelaksanaan pre-feasibility study (studi awal kelayakan).
Studi tersebut akan melibatkan banyak kalangan, baik perguruan tinggi, lembaga penelitian, konsultan dalam negeri maupun luar negeri, dan masyarakat secara umum. Kajian itu dilakukan tahun ini hingga akhir 2009. “Pendanaan pre-feasibility study ini akan ditanggung konsorsium,” tutur Prof Wiratman.
Kajian yang akan dilakukan, lanjutnya, terdiri atas kajian seismologi, vulkanologi, serta hidrologi. Begitu juga kajian terhadap gangguan jika ada tsunami. “Semuanya akan dikaji sehingga data-data lengkap. Untuk kali pertama kami akan melakukan data sekunder, kajian lingkungan, serta analisis dampak lingkungan atau amdal,” tuturnya.


“Dari aspek ekonomi, saya meyakini akan lebih murah. Harapannya modal pembangunan kembali dalam jangka waktu 25 tahun. Dan, kami meyakini jembatan lebih aman dibanding terowongan,” tegas Wiratman.
Studi kelayakan dilakukan dua hingga tiga tahun. Kemudian dilanjutkan pembangunan fisik jembatan yang dimulai sekitar 2009. Pembangunan fisik diperkirakan memakan waktu 8 tahun.
Dengan panjang sekitar 29 kilometer, jembatan itu akan melintasi tiga pulau kecil di selat tersebut. Dua di antaranya Pulau Sanghyang dan Pulau Ular.
Tommy Winata yang akan memimpin konsorsium pembiyaan mengaku optimistis dengan jembatan itu. Menurut dia, studi jembatan akan memperhitungkan kemungkinan potensi gempa yang sangat rawan di wilayah itu. “Jembatan akan dirancang antigempa dan tsunami,” katanya.
Soal pembiayaan, Tommy belum banyak berkomentar. Hanya, disebutkan dalam pembangunan jembatan itu, Tommy bertindak sebagai otot (dana), sementara Wiratman sebagi otak.
Taufiequrahman Ruki, yang turut menghadiri dan mendukung MoA JSS itu meminta pelaku pembangunan tidak main-main dalam pelaksanaan megaproyek tersebut. Sebab, jika berhasil, JSS bisa menjadi simbol kebangkitan Indonesia. “Tapi, saya berharap pembangunannya tidak main-main. Masjid di Aceh aman dari tsunami karena uang pembangunannya tidak dikorupsi. Saya yakin, JSS ini jika tidak dikorupsi juga akan aman,” tegasnya yang disambut tepuk tangan.
Jembatan ini bisa digunakan kira2 thn 2017(versi jawapos) dan 2034 (versi metro tv)
Jembatan ini mempunyai lebar 60m, dengan di tengah2nya ada jalur kereta api,
dan juga bakal ada jalur khusus sepeda motor

beginilah kira2 :

 
1 Comment

Posted by on August 21, 2010 in MESTI KALIAN LIRIK YANG INI

 

Tags: , ,

One response to “Jembatan Jawa-Sumatra

  1. Stanley Viltz

    December 6, 2010 at 8:36 am

    This site appears to get a good ammount of visitors. How do you promote it? It offers a nice individual twist on things. I guess having something authentic or substantial to talk about is the most important factor.

     

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 399 other followers

%d bloggers like this: